Agusta K · Elex Media Komputindo · Punya Sendiri · Review 2014 · Teen Fiction · Teen Spirit

Review: I Found You in Natuna – Agusta K

Judul: I Found You in Natuna

Pengarang: Agusta K

Jumlah Halaman: 180 halaman

Terbit: September 2014

Penerbit: Elex Media Komputindo

Genre: Romance. Teen Fiction.

 

Sinopsis:

Alvin Narendra:

“Aku mencintaimu dengan caraku.”

Freya Geraldi:

“Kurasa mulai detik ini kaulah yang paling kusuka daripada laut.”

Julian Prananta:

“Aku tidak akan ke mana-mana. Aku akan selalu di sini. Bersamamu…”

Di pulau kecil nan eksotis, Natuna, Freya memulai kehidupan baru. Di sana takdir mempertemukannya dengan Alvin dan Julian. Perasaan suka hingga perasaan jatuh cinta pun tak dapat terelakkan. Di saat bunga-bunga cinta baru mekar di hati, tiba-tiba prahara itu datang. Mengembuskan angin duka bernama kehilangan.

Sanggupkah ketiganya bertahan menghadapi rasa sakit, sesak, kecewa dan benci yang diakibatkan kehilangan? Akankah ada akhir sempurna yang mereka dapatkan ketika menemukan cinta yang menawarkan kebahagiaan?

Tuhan menjadikan cinta sebagai suatu rasa yang rumit—tidak bisa dipilih sesuka hati.”

Ini kisah mereka. Kisah yang penuh luka, kecewa, sakit, benci, dan juga cinta!

♥♥♥

            Jadi, dapet buku ini langsung dari penulisnya karena barter sama novel Playboy’s Tale. Ihiy!

Awalnya sempet ragu pas mau baca ini. Ada beberapa alasan sih. Pertama, gue lagi nggak mood baca. Bener-bener deh, kadang baru baca satu buku. Baru nyampe sepuluh halaman, eh tiba-tiba bete sendiri. Nggak tau kenapa, mungkin karena kesibukan yang bikin jarang baca dan ujung-ujungnya bikin males baca.

Kedua, buku ini berlabel Teen Spirit. Hm, udah lama gue ngak baca cerita remaja. Maklum, terbawa arus dewasa-sebelum-waktunya, hahaha.

Tapi… entah karena apa, kesentuh juga deh novel ini. Dan di luar perkiraan, ternyata gue sanggup baca ini dalam dua jam—seperti biasanya gue baca buku kalau mood lagi bagus.

♥♥♥

            Semua berawal dari kepindahan Freya ke Natuna—sebuah pulau kecil yang eksotis demi menemani papanya yang sedang sakit. Awalnya bukan hal yang mudah bagi Freya, apalagi dengan kejutekan Alvin si adik tiri yang pertama kali menyambutnya di Natuna.

Bukan hal yang mudah memang, mengingat Freya akan tinggal dengan papanya yang sudah meningalkannya selama sepuluh tahun dan kini mempunyai istri setelah bercerai dari mamanya. Tapi, Tante Gita—ibu tiri Freya sekaligus bundanya Alvin—adalah perempuan yang baik.

Alvin dan Freya berjanji, tidak akan saling mencampuri urusan masing-masing—baik itu di rumah maupun di sekolah. Freya memulai hidup barunya di Natuna dengan keluarga baru dan juga kehidupan sekolah yang baru.

Di sekolahnya yang baru, Freya punya banyak teman baru. Salah satunya adalah Julian Prananta. Cowok yang mengajaknya jalan-jalan untuk mengenal Natuna itulah yang akhirnya menarik perhatian Freya. Alvin yang melihat kedekatan keduanya, malah menyuruh Freya untuk menjauhi Julian.

Dimulailah kemarahan Freya pada Alvin. Namun seakan belum cukup masalahnya dengan Alvin, Freya juga harus menghadapi orang-orang yang tidak menyukai keberadaannya di samping Julian.

♥♥♥

“Apa karena kamu takut hubungan ini merusak persahabatan kita?”

Bab 6: Ajakan Julian, halaman 49—

Gue agak kaget karena akhirnya bisa namatin buku ini. Ya sedikit bersyukur dengan jumlah halaman yang nggak banyak-banyak amat. Standarlah ya untuk buku remaja.

Awalnya agak susah buat terhubung dengan si Freya. Entahlah, sampai di akhir cerita, gue masih nggak bisa ngerasain emosinya Freya. Nggak terikat sama Freya, Julian atau Alvin. Hm… Mungkin karena gue baru balik dari masa hiatus gue membaca. Entahlah.

Penceritaannya tentang Natuna-nya juga lumayan. Detail tapi nggak berlebihan. Nggak kayak copy-paste dari buku panduan lah yaaa, wkwkwk. Jadi pengen deh ke sana, tapi nggak bisa bayangin pegelnya itu di pesawat. Pfft.

Jalan ceritanya cukup bagus, tapi entah kenapa pas akhir-akhir gue nggak rela ya halamannya sedikit. Labil abis gue, hahaha. Tapi, pemakaian ide ceritanya sayang banget, karena ide ceritanya udah sering ditampilkan di buku-buku remaja. Gue sih berharapnya, Mas Kamal bisa lebih bereksplorasi lagi untuk ide cerita. Jadi pas bacanya nggak bikin gue mikir, hm, pasti si ini entar begini. Si itu jadinya begitu.

            Tapi bukan berarti itu jelek, cuma ya sayang aja gitu. Mungkin ini efek pergeseran genre bacaan gue juga. Secara, terakhir gue baca teen fiction itu ya awal SMA. SMP aja gue udah baca Metropop. Wkwkwk. Buku ini bagus buat lo yang (terutama) suka baca teen fiction. Banyak moral value-nya juga tanpa harus merasa digurui. Cover-nya juga lucu! Bikin makin pengen ke pantaaaaai, huhuhu.

Overall, gue berterima kasih banget sama buku ini. Karena buku ini, gue jadi semangat baca lagi. Hahaha.

Thank you, Mas Kamal!

“Aku nggak akan ke mana-mana, Frey. Aku akan selalu di sini. Bersamamu.”

—Bab 15: Kehilangan Lagi, halaman 121—

 

RATE:

bintang 3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s