Baca Bareng 2015 · ChRom · Gramedia Pustaka Utama · Metropop · Punya Sendiri · Review 2015 · Secret Santa 2014 · Stephanie Zen

Review: A Week To Forever – Stephanie Zen

 

SecretSanta2014

 

Judul: A Week To Forever

Pengarang: Stephanie Zen

Jumlah Halaman: 248 halaman

Terbit: Agustus 2014

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Metropop) (ChRom)

 

Sinopsis:

Amaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya.

Tujuh hari. Seratus lima puluh empat jam. Dan bum! Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja.

Pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat setelah enam tahun berselang, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat mereka mulai.

Dan kini kisah itu menuntut haknya kembali.

Satu minggu business trip di Singapura. Pertemuan tak sengaja dengan Dirga yang berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan semua kenangan di antara mereka mendesak keluar tanpa ampun.

Beranikah Amaya mempertaruhkan masa depannya demi masa lalu yang belum tuntas? Meninggalkan tunangan yang mencintainya dan rencana pernikahan yang telah disusun begitu rapi hanya demi memberikan kesempatan bagi satu minggu itu untuk menjadi selamanya?

♥♥♥

Sebelumnya, gue mau ngucapin terima kasih buat Santa yang udah ngasih novel ini sebagai hadiah di event Secret Santa 2014 kemarin.

Mungkin karena buku ini masuk jadi nomor pertama yang ada di wishlist gue kali ya, makanya dikirimin yang ini. Hihihi. Seneng bangeet :’>

Terima kasih, Santa! Pasti kamu lagi mikir, ini anak bisa nggak ya mecahin riddle-nya? Hahaha, tenang, dengan kekuatan abang-abang Ultraman, gue pasti bisa nebak! Yihaaa~~

*abaikan*

*mulai menggila*

♥♥♥

Tanpa Amaya dan Dirga sadari, sejak enam tahun lalu ada kisah yang belum terselesaikan dengan baik. Bahkan dimulai tanpa keduanya sadari.

Namun setelah enam tahun tidak bertemu, lost contact begitu saja, apa yang akan mereka lakukan saat dipertemukan lagi di Singapura?

Kini Dirga bukan lagi bocah berumur tujuh belas tahun dengan kedewasaan yang mampu mengimbangi Amaya. Tapi mereka juga sadar, kini Amaya bukan mahasiswi seperti saat dulu mereka bertemu.

Amaya kini adalah seorang tunangan, calon istri dari Caleb. Lelaki yang dijodohkan oleh kedua orangtuanya.

Amaya dan Dirga tau, di hati masing-masing, masih sering bertanya tentang bagaimana kemungkinan kita di antara mereka. Tapi cincin yang melingkar di jemari Amaya seolah menantang Dirga. Sanggupkah Dirga untuk melepas Amaya lagi setelah enam tahun lalu melepasnya karena perbedaan mereka dan komitmennya, atau justru Dirga sanggup untuk mempertahankan Amaya?

Tujuh hari. Seratus lima puluh empat jam.

Semua bisa mengubah apa saja. Bisa saja mengubah pikiran Amaya untuk membatalkan pernikahannya dengan Caleb. Atau bisa saja mengubah perasaannya pada Dirga dan mengalihkannya pada Caleb.

Lalu, apa yang terjadi dalam kurun waktu satu minggu business trip Amaya di Singapura? Apa masih ada harapan untuk dirinya dengan Dirga? Atau semua itu hanya … sekedar pertemuan untuk menjelaskan semua yang dirasa selama enam tahun belakangan ini?

♥♥♥

Huaaaah, baca novel ini bikin gue sesak napas. Pengen kayak Dirga …. *ditampol*

Oke, pertama, gue seneng banget karena bisa baca karya Kak Steph lagi. Gue udah ngefans sama Kak Steph sejak SMP. Hohoho.

Kedua, cerita ini kok berlabel double ya? Metropop dan ChRom. Hm, mungkin GPU ingin memberitau bahwa novel ini nggak cuma Metropop, tapi ada unsur rohaninya yang kental. But, it’s okay for me.

Ketiga, cover-nya lucu! Agak beda dengan cover Metropop sebelumnya yang cenderung dengan warna solid.

Karena berlabel ChRom, tentu buku ini ada sisi rohani yang lebih ditonjolkan dari buku lainnya. Suka sih, karena bisa ngasih pandangan yang sama dari sudut yang berbeda. Dirga yang saleh dan taat beribadah ini bikin … ugh, pengen taaruf rasanya deh. #halah #nggaknyambung

Pertemuan-pertemuan Amaya dan Dirga selama kegiatan God’s Love juga bikin gemes. Dirga yang berumur 17 tahun saat itu, benar-benar dewasa. Yang kayak begini nih yang bikin meleleh. Nggak perlu yang berumur tua untuk dapet yang dewasa kan? Huahahaha.

Betapa beruntungnya Amaya :’)

Anyway, kontrol sedikit, Bos.”

“Apa?”

“Tatapan lo ke Amaya… kayak tatapan musafir padang gurun pada oase. Apa ya istilahnya… Oh, ya, mendamba. Berlumur cinta.” Michael tertawa geli.

  • Michael pada Dirga, halaman 70 –

Interaksi antara Amaya dan Dirga juga bener-bener siapapun mikir, mereka cocok. Walaupun sayang, saat itu Dirga udah berkomitmen dan umurnya pun masih 17 tahun. Apa yang bisa dia lakukan di umur segitu dengan komitmen yang udah dia pegang?

Di sini gue seneng dan meleleh banget pas tau kalau Dirga selama bertahun-tahun mendoakan Amaya. Oh, Man, nggak perlu lo kirim bunga dan cokelat tiap hari ke cewek yang lo suka, cewek yang lo yakin bakal jadi pendamping hidup lo. Cewek yang lo yakin, she is the one. Cukup mengucap namanya saat doa, Tuhan pasti dengar apa yang diminta hambanya. Iya, kan? :’)

Kalau biasanya kita disuguhi cerita yang tokoh cowoknya berusaha mengejar kembali apa yang ia tinggalkan, di sini kita nggak menemukan itu. Di sini, Dirga menyerahkannya pada Tuhan. Dirga berdoa, Tuhan yang nantinya akan menjawab doanya.

This is my favorite. Hohoho.

Dirga memang punya perasaan itu sama Amaya. Tapi? Dirga nggak berusaha untuk membatalkan pernikahan Amaya yang udah di depan mata. Emang sih, agak geregetan. Enam tahun nunggu, pas ketemu dilepas gitu aja?

Ya, jangan mikir dari satu sisi aja.

Kalau Dirga egois, kalau Dirga nggak inget Tuhannya, mungkin dia emang ngelakuin itu. Tapi bakal banyak yang sakit hati kalau dia ngelakuin itu kan? Apa Dirga tega?

Ya, nggaklaaaah *peluk Dirga*

“Sudah lima tahun aku nggak melihat wajahmu, Aya Bahkan jika setelah ini diganti dengan seribu tahun bersamamu pun, aku masih tetap merasa kehilangan yang lima tahun itu.”

  • Dirga kepada Amaya, halaman 80 –

Amaya-nya gimana? Jangan ditanya! Dia galau, sodara-sodara. Tapi, kita hidup bukan hanya dengan diri kita sendiri di muka bumi ini. Ada orangtua, teman-teman, calon suami …. Apa iya Amaya harus membatalkan pernikahannya karena tergoda masa lalu yang kembali bertemu dengannya?

Terus gimana ending-nya?

Yaelah, jangan nanyaaa. Spoiler banget, wkwkwk. Yang pasti Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa hambanya. Gitu aja. Penasaran? Coba baca buku ini. :p

A Week To Forever adalah ChRom kedua Kak Steph. Yang pertama, Between The Raindrops. Tapi gue belum punya, huhuhu.

Eh ya, katanya Februari nanti Kak Steph bakal nerbitin novel lagi lho. Belum tau gue judulnya apa. Pokoknya #MTW adalah hashtag yang dipakai selama ini. Kayak novel ini, kita harus nebak judulnya, hihihi. Semangat terus, Kak Steph! Can’t wait for your new story!

Sepenuh hatiku dan semua doaku buat pasangan ini :')
Sepenuh hatiku dan semua doaku buat pasangan ini :’)

♥♥♥

Hm, ngomongin soal tebak-tebakan. Postingan kali ini diikutsertakan juga sebagai PosBar dalam rangka menebak siapa Santa gue kemarin. Hahaha.

Dibilangin gue nggak pinter nebak. Tapi … gue pinter kepo. Huahaha. Jadi … gue nebaknya sih ya, Santa gue itu adalah … Kak Anastasia Chyntia.

*semoga bener*

*malu kalau salah*

♥♥♥

 christmas background black and white

Iklan

18 tanggapan untuk “Review: A Week To Forever – Stephanie Zen

  1. wohhh si dirga kayaknya calon book boyfriend banget ya jen XD belum pernah nyobain label chrom niih… jadi penasaran. tapi kayaknya moodnya harus pas dulu nih, pas lagi relijius. hihihi

    Suka

  2. wkwkwk iya bener, mbak. Kayaknya kapan-kapan aku mesti bikin postingan khusus tentang book boyfriend versi aku deh xD *pasti bakal banyak banget* Wkwkwk iya bener, harus sesuaikan mood juga. 😀

    Suka

  3. Sorry baru nongol, ya Jenny 🙂 senang banget bisa kenalan denganmu dan jadi santamu lewat event SS ini… bulan lalu lagi dikejar tugas-tugas. Haha… selamat lho tebakan kamu benar.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s