BBI · Buntelan · Hukum · Non-Fiksi · Review 2015 · Tim Visi Yustisia · Visimedia

Review: KUH Perdata & KUHA Perdata – Tim Visi Yustisia

Judul: KUH Perdata & KUHA Perdata

Pengarang: Tim Visi Yustisia

Jumlah Halaman: 763 halaman

Terbit: 2014

Penerbit: Visimedia

Format: Paperback

Dapat bukunya dari: Dapat dari Buntelan Agromedia.

 

Blurb:

Hukum perdata merupakan hukum yang bertujuan mengatur hubungan antara sesama aggota masyarakat agar menghargai hak dan kewajiban sipil sesama warga negara. Perbedaan hukum perdata dan pidana di Indonesia terletak pada perlindungan yang diberikan negara terhadap warganya. Pada hukum perdata, negara memberi perlindungan terhadap hak-hak privat warga negara. Adapun pada hukum pidana, negara memberi perlindungan pada warga negara dari kejahatan yang dilakukan warga negara lainnya.

Di Indonesia, rujukan utama hukum perdata adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-Undang Hukum Aara Perdata. Kedua kitab ini merupakan peraturan perundang-undangan yang memiliki peran penting dalam hukum di Indonesia. Namun, peraturan perundang-undangan yang merupakan terjemahan bahasa Belanda ini memang sulit untuk dipahami. Buku ini berbeda dengan buku KUH Perdata dan KUHA Perdata lainnya. Buku ini disusun untuk memudahkan Anda mengerti hukum perdata di Indonesia karena disertai penjelasan proses penanganan kasus perdata di Indonesia.

Bagaimana mengajukan sebuah perkara perdata ke pengadilan? Langkah apa saja yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan kasus perdata? Hal-hal tersebut disajikan ringkas dalam buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan sejarah hukum perdata di Indonesia yang akan menambah wawasan pembaca. Penyusunan buku ini diharapkan membantu masyarakat umum, pelajar, akademisi, maupun praktisi hukum untuk memahami hukum perdata di Indonesia.

***

Nah, buku ini juga satu buntelan sama KUHP & KUHAP dari Agromedia.

KUH Perdata & KUHA Perdata ini memang lebih tebal dari KUHP & KUHAP. Lebih tebal sekitar 200 halaman.

Di bagian awal buku, kita diberi penjelasan mengenai proses penanganan kasus perdata di Indonesia. Ada juga bagan proses mengenai surat kuasa, gugatan, panggilan sah, perdamaian, jawaban dan penjelasan perkara, replik, duplik, pembuktian, putusan, upaya hukum, pihak ketiga yang masuk dalam perkara, sita dan penyitaan, serta prinsip-prinsip hukum acara perdata.

Di bagian KUH Perdata sendiri dibagi menjadi empat bagian buku yang masing-masing mempunyai bab-bab penjelasannya sendiri. Buku pertama mengenai orang, buku kedua mengenai barang, buku ketiga mengenai perikatan, dan buku keempat mengenai pembuktian dan kedaluwarsa.

Untuk bagian KUH Perdata-nya sendiri sudah sangat tebal, karena banyaknya pasal yang mempunyai penjelasan yang panjang. Ditambah dengan bagian KUHA Perdata-nya yang juga memiliki empat bagian buku.

Namun dibalik ketebalan tersebut, saya rasa buku ini sangat berguna bagi saya. Ditambah dengan sejarah hukum perdata di Indonesia, buku ini membuat saya lebih memahami seluk beluk hukum perdata. Mungkin suatu saat nanti saya bisa saja tersenggol masalah hukum perdata, dan buku ini akan menjadi acuan saya untuk tidak ‘buta’ mengenai hukum perdata di Indonesia.

Tiga hati buat juteknya Aira~

Iklan

One thought on “Review: KUH Perdata & KUHA Perdata – Tim Visi Yustisia

  1. Wah, Jen. Dari sekian banyak review di blog mu, kenapa ya aku paling tertarik dengan review buku ini? :v Ternyata kamu mempelajari hukum toh?? (cmiiw)

    Mungkin aku harus baca buku ini juga hoho

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s