Amore · Gramedia Pustaka Utama · Punya Sendiri · Review 2015 · Vira Safitri

Review: New York After The Rain – Vira Safitri

 

Judul: New York After The Rain

Pengarang: Vira Safitri

Jumlah Halaman: 288 halaman

Terbit: Mei 2015

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Amore)

 

Sinopsis:

Tidak ada yang tahu bahwa Julia Milano adalah sosok di balik penulis best seller terbitan BlackInk, tempat Julia bekerja sebagai editor.

Ketika Ethan Hall, sutradara ternama, ingin mengangkat salah satu karya Julia ke layar lebar, mau tidak mau Julia harus membuka topeng yang selama ini ia kenakan dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pemuda itu.

Tapi siapa sangka, kedekatan membawa mereka pada skenario yang membuat luka hati dan rahasia-rahasia yang mereka sembunyikan tersibak.

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun…._

 

♥♥♥

 “Hanya orang bodoh yang menyembunyikan perasaan untuk orang yang dicintainya, Juli…”

—Ethan kepada Juli, halaman 181—

Di BlackInk, ada peraturan bahwa editor tidak bisa menerbitkan karyanya di BlackInk. Harus ada yang dipilih, menjadi penulis BlackInk tapi mundur jadi editor, atau menjadi editor tanpa terjun ke dalam dunia literasi sebagai penulis yang karyanya diterbitkan oleh BlackInk.

Julia Milano tidak bisa memilih, ia mencintai keduanya—menjadi editor dan menjadi penulis. Pada akhirnya, Jane Martin-lah yang dikenal para pembaca—nama pena dari Julia Milano, dan hanya ia serta editornya sendiri yang mengetahui fakta ini.

Namun hal tersebut tidak bisa disembunyikan lebih lama lagi saat seorang sutradara bernama Ethan Hall mengajukan penawaran untuk mengadaptasi salah satu novel Julia Milano ke layar lebar.

Bukan hanya itu saja masalahnya, Jacob Pierce, atasan Juli di BlackInk, rupanya benar-benar penasaran akan sosok Jane Martin dan meminta Jane Martin untuk bertemu guna membahas penawaran ini.

Juli memilih gerak cepat, ia menghubungi Ethan Hall sebelum lelaki itu diundang secara resmi untuk meeting bersama BlackInk. Rencana awalnya, ia akan tetap menyembunyikan identitasnya dari Ethan Hall. Namun siapa sangka, Juli ternyata harus rela rahasianya diketahui oleh seorang Ethan Hall.

Rahasia mengenai Jane Martin bukanlah satu-satunya rahasia di antara Ethan dan Juli. Seiring dengan proses produksi film, terkuak juga rahasia yang selama ini membawa ketakutan tersendiri bagi Ethan dan Juli.

***

“Hati bisa memperbaiki dirinya sendiri bila kau memberikannya sedikit waktu.”

—Ethan kepada Juli, halaman 189—

Oke, gue ini orangnya “visual” banget. Jadi yang pertama gue liat itu, cover-nya. Huehehehe. Cover-nya gue suka. Tone warnanya yang “sendu” itu seperti mengundang gue untuk membaca.
Sebenernya, buku ini masih di antrean “buku-yang-harus-dibaca-dalam-waktu-dekat”, emang sih di tumpukan teratas. Tapi kan tadinya belum mau baca ini karena buku yang lagi dibaca aja lebih dari satu.

Entah kena angin apa, hari ini tiba-tiba lagi jenuh. Akhirnya, ngambil buku ini dari tumpukan dan mulai baca. Eh, siapa sangka, kurang dari 20 menit udah baca sampai halaman 60-an lebih. x)

Gue nggak punya ekspektasi apa-apa saat mulai baca novel ini. Tapi ternyata, gaya berceritanya yang luwes bikin gue males tutup buku. Walaupun dialog antar tokohnya cenderung kaku dan gaya tulisannya agak-agak kayak terjemahan, tapi itu nggak mengganggu bagi gue. Mungkin karena sejak dulu gue udah terbiasa baca yang semacam ini kali ya.

Gue jatuh cinta sama karakter Juli-Ethan. Sebel-sebelannya (?) mereka itu nggak lebay. Seimbang sama manisnya interaksi mereka. KarakterJuli-Ethan pun kuat menurut gue. Konsisten dan berkembang. Oh ya, yang ngegemesin di sini adalah Jacob Pierce. Pffft, itu laki maju-mundur-maju-mundur-cantik terus sih, makanya jadinya sama yang lain.
(istilah macam apa ini -_-)

Cerita ini sebenernya bukan cerita yang rumit bin njelimet yang bikin kita mikir keras. Sederhana, tapi manis. Dan nggak terlalu manis. Rasanya mengalir aja. Kita dibawa penulis hujan-hujanan di New York sambil liat interaksi Ethan dan Juli. #eaaaa (pake payung makanya)

Oh ya, dan yang gue suka adalah, unsur hujan yang ditekankan di novel ini sama sekali bukan menjadi sesuatu yang “menye-menye”. Ng, iya, gue udah bosen kalau disuruh baca deskripsi kalau hujan itu sesuatu yang romantis bla bla bla. Nah, kalau di sini, hujan ya hujan aja. x)) Tapi karena hujan dan mendungnya jadi salah satu faktor pendukung dari beberapa scene inilah yang bikin New York serta hujannya jadi sesuatu yang sweet dan ya… sendu.

Pas di tengah-tengah udah mulai cerita tentang ketakutan dan rahasia Juli, gue udah mulai nebak-nebak. Eh, tapi kecewa pas tau. Reaksi gue awalnya cuma, “Oh, gitu doang?”
Tapi ada yang janggal. Jadi, pemikiran gue yang tadi dibatalkan. #heh

Soalnya, ada yang janggal sih. Beberapa tokoh kayak tiba-tiba sok ikut campur dan sok deket (?) sama Juli. Ya, menurut gue, nggak gampang untuk menceritakan ketakutan kita ke orang baru. Tapi kok Juli cerita ke orang ini sih? Nah, ini yang bikin gue akhirnya ragu.
Baca lagi, baca lagi…. Oh, ternyata!

Bener, rahasianya nggak cuma “gitu doang”. x)

Overall, gue suka buku ini. Membangkitkan jiwa romantis-melankolis-menyedihkan gue. Hanya sedikit sih kekurangannya. Kayak di awal itu, gue agak-agak nggak mudeng karena perpindahan scene-nya cepet dan minim penjelasan. Terus tiap akhir bab, kadang geregetan sendiri. “Ih, kok dipenggalnya di sini sih?”. Rasanya kayak kurang pas aja. Dan ada pemenggalan beberapa kata yang harusnya nggak dipenggal. Tapi sedikit kok, nggak mengurangi kenyamanan saat membacanya. 😀

Terima kasih, Kak Vira Safitri, novelnya benar-benar manis dan menyentuh. ❤

 

3.5 bintang yang akhirnya gue genapkan ke atas.

3.5 bintang yang akhirnya gue genapkan ke atas.

jejen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s