Blog Tour - Tuhan Untuk Jemima (Indah Hanaco) · Indah Hanaco · Islami · Punya Sendiri · Review 2015 · Romance

[BLOG TOUR] Tuhan Untuk Jemima – Indah Hanaco

Judul: Tuhan Untuk Jemima

Pengarang: Indah Hanaco

Jumlah Halaman: 312 halaman

Terbit: Juni 2015

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:

Jemima, gadis gelisah yang merindukan Tuhan, tapi tidak tahu harus mencari ke mana. Diberi kebebasan memilih agama, Jemima malah makin bimbang. Apalagi sederet tragedi sedang mengintai gadis itu dan keluarganya.

Kenneth, pria belia yang sangat tahu apa yang diinginkannya dalam hidup ini, sibuk berjuang untuk kelestarian lingkungan. Saat menyaksikan paus-paus kesayangannya dibantai, dia berkesimpulan tidak memercayai keberadaan Tuhan adalah keputusannya yang paling cerdas.

Kala keduanya bertemu di Selandia Baru, negara cantik berangin dengan berjuta keajaiban, otak dan hati mereka seolah diadu. Di antara keindahan pohon rimu, di antara pertarungan hidup dan mati, serta tamu khusus berwajah cahaya, akankah mereka menemukan hidayah-Nya?

♥♥♥

Blog Tour Tuhan Untuk Jemima

Sebelumnya, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Indah Hanaco yang telah memberi kesempatan kepada The Anti-Books! untuk berpartisipasi dalam Blog Tour Tuhan untuk Jemima. ^^

♥♥♥

“Aku… aku merasa sendirian.”

— Jemima, halaman 31 —

Kepergian Ash merupakan pukulan telak bagi keluarga Damarys. Tidak ada yang punya firasat bahwa si sulung keluarga Damarys akan pergi begitu saja. Tanpa pesan. Tanpa isyarat.

Jemima yang merupakan adik sekaligus orang terdekat Ashlyn merasa terpukul. Apa lagi kedua orangtuanya mulai menjauh sejak peristiwa itu. Jemima takut orangtuanya akan berpisah. Jemima sedih. Jemima merasa… kosong.

Ia tidak tau kenapa Tuhan memilih untuk mengambil kakaknya secepat ini. Terlebih, Jemima belum memutuskan agama apa yang akan ia anut. Jemima merupakan pengikut setia kakaknya. Ke manapun kakaknya pergi, ia akan pergi. Apa pun yang dilakukan kakaknya, ia akan ikut selagi bisa. Tapi kenapa saat ia belum memutuskan sesuatu mengenai agamanya, Ash malah pergi? Siapa yang akan jadi panutannya? Terlahir di keluarga yang membebaskanmu untuk memilih apa agamamu ternyata bukan hal yang menyenangkan, setidaknya bagi Jemima yang kini kebingungan.

Maka, Jemima memulai pencariannya. Di manakah Tuhan selama ini?

Kenneth memutuskan untuk menunda kuliah demi ikut aktivitas kampanye SWC—Sea World Conservancy, sebuah organisasi yang berusaha melindungi laut dari perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Setiap melihat paus yang bunuh dengan kejam hanya demi uang, hatinya teriris. Ke mana Tuhan sehingga manusia-manusia ini dengan tega membunuh makhluk tak berdosa itu?

Kenneth selalu tau mengenai apa yang ia inginkan dan apa yang ia lakukan. Maka dari itu ia tau kenapa akhirnya ia menjadi ateis. Karena tidak ada Tuhan di sini. Kalau ada, kenapa Tuhan membiarkan saja manusia membunuh dengan kejinya?

Kenneth dan Jemima akhirnya bertemu di Selandia Baru. Bersama, mereka mengagumi keindahan alam. Bersama, mereka berbagi pikiran yang mungkin tak semua orang tau. Jemima pergi ke Selandia Baru untuk mencari tuhannya. Tapi Jemima tidak tau, ada yang terus mencari kesempatan untuk membuat hidupnya tidak tenang setelah kepergian kakaknya.

Ketika ujian tidak henti-hentinya terjadi kepada keluarganya, akankah Jemima menemukan-Nya?

♥♥♥

Astaga! Apa yang harus aku bilang mengenai Tuhan untuk Jemima?

Novel ini sudah membawaku larut sejak halaman pertama. Karena biasanya tulisan Mbak Indah Hanaco itu nagih (sampai-sampai susah berhenti) aku memutuskan untuk membacanya perlahan-lahan. Pokoknya nggak boleh cepet-cepet. Dinikmati selamaaaa mungkin. Hihihi.

Mungkin di antara semua novel Mbak Indah yang kubaca (dan aku belum baca terlalu banyak, kayaknya. Masih berusaha mengumpulkan yang terdahulu) Tuhan untuk Jemima adalah yang paling menyentuhku.

Di novel ini, aku belajar banyak hal. Pengetahuan yang disisipi Mbak Indah tanpa terkesan ‘mengajari’ aku ini benar-benar berguna. Tentang kegiatan SWC yang sangat mulia namun dipandang sebagai gerakan esktrem, tentang obat tetes mata yang ternyata bisa menyebabkan efek yang ‘wow’, dan masih banyak lagi.

Jemima dan Kenneth membawaku mengelilingi Selandia Baru. Seperti biasa, aku nggak meragukan lagi mengenai detail setting yang digunakan Mbak Indah. Nggak terasa seperti tempelan atau brosur panduan wisata. Pembicaraan Jemima dan Kenneth yang sarat akan pelajaran membuatku kadang termenung. Walaupun Jemima ini (mungkin) seumuranku, tapi pemikirannya benar-benar wise dan dewasa.

Bisa jadi pelajaran buat kita nih. 😀

Oh, dan unsur misteri yang kuat juga membuatku tegang selama membaca novel ini. Walau aku sedang bergembira dengan interaksi Jemima-Kenneth yang manis, tapi di dalam hati aku bertanya-tanya; apa akan ada kejadian buruk yang akan menimpa Jemima—seperti yang menimpa kakaknya? Siapa yang melakukannya?

Aku sangaaaat suka dengan Tuhan untuk Jemima ini. Unsur kekeluargaannya terasa pas, misterinya juga oke banget, unsur religinya membuat aku merenung dan kian sadar bahwa Tuhan selalu ada di sisi kita. Ke manapun kita mencari, Dia akan selalu ada untuk menolong umatnya. Tuhan tidak akan memberikan ujian yang tidak sanggup untuk dilewati oleh umatnya, seperti keluarga Damarys yang dilanda ujian sepeninggal Ashlyn.

Novel ini sarat makna. Tapi jangan khawatir, nggak ada kesan menggurui atau ‘berat’ karena pembahasannya. Novel ini memang berunsur religi, tapi seimbang dengan romance yang ringan dan menyentuh hati karena chemistry yang kuat antara Jemima dan Kenneth.

Kamu akan dibawa Jemima dalam pencariannya yang menggetarkan hati. Novel ini memotivasiku untuk jadi pribadi yang lebih baik, lebih bersyukur, dan lebih memerhatikan lingkungan sekitar kita. Semoga kalian juga ya!

Kita akan diperkenalkan kepada Daisy—seseorang yang awalnya putus asa namun bisa bangkit dan mau membawa orang lain yang terpuruk untuk ikut bangkit juga. Kita akan diperkenalkan pada Remy dan Stu—dua sahabat Kenneth yang membantu Kenneth untuk ‘bertemu’ dengan Tuhan yang selama ini tak ia percayai. Kita akan diperkenalkan pada keluarga Damarys—yang akhirnya bisa bangkit setelah ditinggalkan.

Overall, aku senaaaang sekali karena puncak Blog Tour Tuhan untuk Jemima ada di The Anti-Books!

“Berharaplah supaya mata hijau, rambut merah, atau kartu keanggotaan SWC milikmu dianggapnya seksi. Kamu enggak akan mendapat apa pun kalau cuma mengeluh dan termenung di sini.”

— Remy kepada Kenneth, halaman 159 —

*bagiku kamu seksi Kenneth!* *mulai fangirling*

 

Orang yang lebih tua bukan berarti lebih tangguh dibanding kita, misalnya.”

— Daisy kepada Jemima, halaman 209 —

Empat hatiku untuk perjalanan yang menyentuh hati ini....
Empat hatiku untuk perjalanan yang menyentuh hati ini….

Aku sangat merekomendasikan novel ini kepada kalian! Karena itu, Mbak Indah yang baik hati dan rajin menabung :p akan memberikan satu eksemplar Tuhan untuk Jemima kepada kalian yang beruntung!

Caranya:

  1. Follow blog The Anti-Books!
  2. Follow akun Twitter @JennyThaliaF dan @IndahHanaco
  3. Share tentang info giveaway ini dengan mencantumkan hashtag #GATuhanUntukJemima
  4. Jawab pertanyaan ini:

Seperti apa definisi ‘kehilangan’ bagimu saat salah satu anggota keluarga pergi untuk selamanya?

  1. Jawab di kolom komentar dengan format:

Nama:

Alamat E-mail:

Akun Twitter:

Jawaban:

  1. Giveaway ini berlangsung sampai dengan tanggal 11 Juli 2015. Pengumuman pemenang akan dilakukan di blog ini dan melalui Twitter pada tanggal 12 Juli 2015.
  2. Terakhir… good luck!

Postingan ini merupakan puncak dari Blog Tour Tuhan untuk Jemima. Sebelumnya, sudah diadakan di blog teman-temanku yang lain!

22 – 25 Juni 2015 : Ky’s Book Journal

26 – 29 Juni 2015 : Books -over- ALL

30 Juni – 3 Juli 2015 : Nurina Mengeja Kata

4 – 7 Juli 2015 : Delina Books

8 – 11 Juli 2015 : You are here!

jejen

Iklan

14 thoughts on “[BLOG TOUR] Tuhan Untuk Jemima – Indah Hanaco

  1. Nama:Dini Auliana Putri
    Alamat E-mail:dinieembemz@yahoo.co.id
    Akun Twitter:@Dini_AP28

    Seperti apa definisi ‘kehilangan’ bagimu saat salah satu anggota keluarga pergi untuk selamanya?
    Jawaban:Kehilangan adalah keadaan dimana sesuatu/seseorang yang kita miliki mendadak hilang dari kehidupan kita. Bukan dalam waktu pendek, melainkan untuk selamanya. Kehilangan salah satu anggota keluarga bukanlah hal yang mudah. Dari yang biasanya melakukan aktivitas bersama, tiba-tiba menghilang dengan drastis. Hal itu sangat membuat naluri kita kehilangan separuh nyawanya. Disaat itu pikiran yang berlarut-larut tentang ‘seseorang itu’ membuat kita semakin kehilangan dan kadang mengakibatkan depresi. Bagiku kehilangan seekor kucing saja sudah menyakitkan, apalagi kehilangan salah satu anggota keluarga. Tetapi bukankah semua manusia pada akhirnya akan meninggal? Cepat atau lambat, sekarang atau nanti kita pasti akan merasakan kehilangan atau orang lain yang kehilangan kita.

    Suka

  2. nama : zulaikhah
    twitter : @kimzujonghee
    email : zulaikhah0796@gmail.com

    jawaban : Sulit untuk menggambarkan.
    karena awal pertengahan bulan februari lalu ayah ku telah kembali kepada yang kuasa. Sulit, sangat sulit untuk menggambarkannya, smua terjadi begitu cepat seperti mimpi.

    Suka

  3. Nama: Nadia Puspaningtyas Ashari
    Alamat E-mail: nadia.puspaningtyas@yahoo.com
    Akun Twitter: @nadia48nafla

    Jawaban:
    Kehilangan, satu kata dengan segudang arti.
    Setiap manusia pasti mengalaminya dan sesuatu yang tak bisa dihindari.
    Kejadian yg pasti menyedihkan dalam hidup seseorang adalah saat salah seorang anggota keluarga yang kita sayangi entah itu siapa meninggalkan dunia ini selamanya. Dan itu tidak bisa dipungkiri bahwa harus kita terima dengan ikhlas walaupun berat.

    Arti kehilangan sendiri bagiku adalah seseorang yang tak bisa kembali lagi, pergi dengan tiba-tiba tak diduga, kepedihan yang akan selalu membuka memori-memori terdalam dan menguras air mata.
    Merasa kurang karena salah satu bagian hidupku telah berpulang kepada-NYA, kadang berfikir waktu yg dihabiskan selama ini bertahun-tahun bersama seseorang yang telah pergi akan terasa singkat sekali dan pada akhirnya akan menyesal. Merasa tidak adil, kenapa harus saat itu? Apalagi di detik-detik terakhir mereka hidup, tidak bisa disampingnya.

    Tapi disisi lain, kehilangan membuat diri ini akan menjadi ingat kembali bahwa hidup itu singat, kita tidak akan tau itu kapan datanganya. Suatu saat kita pasti akan mengalaminya juga. Instropeksi diri agar menjadi lebih baik. Tapi yakin, karena sesuatu yang hilang, pasti akan ada sesuatu yang terlahir.

    Suka

  4. Nama: Nadia Puspaningtyas Ashari
    Alamat E-mail: nadia.puspaningtyas@yahoo.com
    Akun Twitter: @nadia48nafla

    Jawaban:
    Kehilangan, satu kata dengan segudang arti.
    Setiap manusia pasti mengalaminya dan sesuatu yang tak bisa dihindari.
    Kejadian yg pasti menyedihkan dalam hidup seseorang adalah saat salah seorang anggota keluarga yang kita sayangi entah itu siapa meninggalkan dunia ini selamanya. Dan itu tidak bisa dipungkiri bahwa harus kita terima dengan ikhlas walaupun berat.

    Arti kehilangan sendiri bagiku adalah seseorang yang tak bisa kembali lagi, pergi dengan tiba-tiba tak diduga, kepedihan yang akan selalu membuka memori-memori terdalam dan menguras air mata.
    Merasa kurang karena salah satu bagian hidupku telah berpulang kepada-NYA, kadang berfikir waktu yg dihabiskan selama ini bertahun-tahun bersama seseorang yang telah pergi akan terasa singkat sekali dan pada akhirnya akan menyesal. Merasa tidak adil, kenapa harus saat itu? Apalagi di detik-detik terakhir mereka hidup, tidak bisa disampingnya.

    Tapi disisi lain, kehilangan membuat diri ini akan menjadi ingat kembali bahwa hidup itu singat, kita tidak akan tau itu kapan datanganya. Suatu saat kita pasti akan mengalaminya juga. Instropeksi diri agar menjadi lebih baik. Tapi yakin, karena sesuatu yang hilang, pasti akan ada sesuatu yang terlahir.

    Suka

  5. Nama: Dias Shinta Devi
    Alamat E-mail: diasshinta.iyas@gmail.com
    Akun Twitter: @DiasShinta
    Jawaban :
    definisi ‘kehilangan’ tersebut : sebuah tragedi yang mencabik hati, membuat sebuah kesakitan yang tak bisa disembuhkan di mana kenangan kebersamaan terus menerus membayangi dan membuat seseorang takkan terganti; hampa yang tak terganti.
    bisa juga definisi ‘kehilangan’ tersebut : pergumulan perasaan antara kesakitan, penyesalan, dan kekecewaan kepada Tuhan mengapa semua ini terasa begitu cepat terjadi.

    Thanks kak :))

    Suka

  6. Nama : Afika Yulia Sari
    Alamat Email : afikayuliaakb@gmail.com
    Twitter : @afikayulia

    Jawaban:
    Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian, maupun keseluruhan.
    Kehilangan merupakan perpisahan yang tak diinginkan yang kemungkinan besar tak lagi kembali.
    Kehilangan anggota keluarga pergi untuk selamanya akan terasa sekali bedanya. Biasanya kami melakukan hal ini hal itu, tapi tidak lagi dilakukan. Suasana didalam rumah pun bisa jadi tidak seramai dulu. Rasanya sakit dan sedih memang ketika kehilangannya. Namun, kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Yakinlah, ia akan bahagia disana 🙂

    Suka

  7. Nama: Dian Maya

    Alamat E-mail: dianmayasariazis@gmail.com

    Akun Twitter: @dianmayy

    Jawaban: Kehilangan itu saat kita tidak menyadari pentingnya keberadaan seseorang/sesuatu sampai ia pergi meninggalkan kita. Dan yang yang bisa kita lakukan hanyalah menyesali diri. Apalagi kalo itu adalah anggota keluarga yang jadi tulang punggung dan teladan di dalam keluarga, rasanya sedih belum bisa membuktikan bakti kepada beliau. Belum bisa membalas jasa-jasa beliau.

    Suka

  8. Nama: Muhammad Arsyad Yahya
    Alamat E-mail: muhammad.arsyad.yahya@gmail.com
    Akun Twitter: @arsyad_yahya

    Jawaban:
    Kehilangan saat anggota keluarga pergi untuk selamanya bermakna aku kehilangan satu akar kebahagiaan. Kehilangan satu akar kebahagiaan berarti aku kehilangan seribu ranting kebersamaan dan jutaan daun-kata percakapan. Aku kehilangan ayah dua tahun lalu berarti aku kehilangan kebahagiaan-kebahagiaan yang aku sudah harapkan saat aku mengenakan toga dan mengenakan pakaian pengantin. Aku kehilangan kata-kata bijaknya yang sudah aku khayalkan saat melamar anak gadis orang hingga merawat anak kandung sendiri kelak. Di sisi mata pedang yang lain, kehilangannya berarti aku harus kuat dan melanjutkan hidup, mengenang kisah-kisah heroiknya dalam memori dan bingkai foto yang sempat terabadikan. :’)

    Suka

  9. Nama: Anni Nurussayyidah
    Alamat E-mail: annyfairish@gmail.com
    Akun Twitter: @anny_fairish

    Seperti apa definisi ‘kehilangan’ bagimu saat salah satu anggota keluarga pergi untuk selamanya?

    Ada yang pelan-pelan hilang dari hidup kita, kadang… tanpa disadari. Saat kesadaran muncul, dan kita kehilangan, yang hilang telah jauh.-@noffret

    Kehilangan menjungkir balikkan hidup. Kehilangan membuat harapan surut dan terpuruk. Kehilangan membuatku marah dan merutuki semesta.

    |Aku sudah bosan hidup. Kenapa bukan aku? Kenapa harus ayah yang pergi? Ini yang namanya adil? Dengan merenggut orang yang paling peduli padamu? Lantas di mana letak keadilan itu?|

    Butuh waktu beberapa tahun hingga aku mengerti kenapa aku harus kehilangan ayah. Coba tebak, apa?

    Ya, ‘kedewasaan’. Semesta punya cara tersendiri untuk membuatku menjadi dewasa. Dengan kehilangan ayah, aku dipaksa keluar dari zona nyaman. Tak ada lagi gadis manja. Yang ada gadis mandiri dan bertanggung jawab.

    Kita tersenyum ketika mendapatkan. Tapi sering tak rela ketika kehilangan. Padahal, yang hilang adalah yang kita dapatkan.-@noffret

    Suka

  10. Nama: Agnes Budianto
    Alamat E-mail: prettyrhythm86@yahoo.com
    Akun Twitter: @agnesb0702

    Jawaban: Bagi saya ‘kehilangan’ tersebut merupakan sesuatu yang tidak seharusnya kita larutkan dalam pikiran kita. Kita setidaknya berdoa semoga anggota keluarga tersebut sudah berada dalam lingkungan yang lebih baik. Kehilangan tidak berarti bahwa kita sudah hancur. Bukan, tetapi anggota keluarga tersebut telah mengerjakan segala hal melalui kerja keras selama hidupnya, dan gantian kita lah yang menjadi penerusnya. Tidak seharusnya ‘kehilangan’ menjadi sebuah keterpurukan, bisa jadi ‘kehilangan’ adalah awal dari sebuah kesuksesan yang terpendam.

    Suka

  11. Nama : Nurhasni Indriani
    Email : nurhasni_indriani@yahoo.com
    Twitter : @nhasniindriani

    Definisi kehilangan bagiku adalah sebuah perasaan sedih yang berlangsung dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Setiap manusia pasti pernah kehilangan. Apalagi jika kehilangan salah satu anggota keluarga, seperti setengah dari hati kita ikut pergi. Sulit menggambarkan bagaimana kacaunya perasaan kita jika suatu saat nanti hal itu terjadi dalam kehidupan kita. Tidak terelakkan memang. Siapapun pasti akan mengalami hal itu. Sedih pasti, merasa kehilangan pasti. Tapi dibalik kesedihan itu, kita jadi tahu makna dari kehilangan yang sesungguhnya. Sabar.

    Suka

  12. Nama : Nurhasni Indriani
    Email : nurhasni_indriani@yahoo.com
    Twitter : @nhasniindriani

    Definisi kehilangan menurut aku adalah sebuah perasaan sedih yang terjadi dalam kurun waktu yang tidak terbatas. Siapapun pasti pernah mengalami kehilangan. Apalagi kehilangan salah satu anggota keluarga, rasanya separuh hati kita ikut pergi. Sulit rasanya menggambarkan betapa kacaunya kita jika mengalami hal seperti itu. Tidak terelakkan memang. Karena semuanya sudah diatur oleh pemilik kehendak. Dibalik kehilangan kita bisa memaknai satu hal. Sabar.

    Suka

  13. Nama : Lois Ninawati
    Email : ninawatilois@gmail.com
    Twitter : @_loisninawati

    Definisi kehilangan menurutku, yaitu, nggak akan ketemu lagi dimanapun dan kapanpun. Selain akhirat. Pasti rasanya beda banget kalo udah kehilangan :” aku pernah ngalamin waktu kakekku sudah tutup usia. Pas, tepat waktu itu, aku ada di luar kota, pas, dikabarin gitu, langsung nangis akunya :”

    Suka

  14. Nama: Nurul Hikmatul Fatimah
    Alamat Email: nhikmatulfatimah@yahoo.com
    Akun Twitter: @nuhifalala

    Jawaban:

    Buat aku kehilangan itu permainan waktu. Terkadang kita harus merasa kehilangan sebelum akhirnya kita menemukan. Menemukan di sini bisa berarti menemukan suatu hal, seseorang, bahkan menemukan-Nya. Jika kita bicara tentang kehilangan salah satu anggota keluarga tentu rasanya sangat hampa. Terlebih jika seorang yang hilang itu adalah orang yang sangat kita sayangi. Kita akan merasa jatuh, kecewa, sedih, serta berbagai rasa lainnya yang bercampur dan berpendar silih berganti. Kehilangan itu seperti ketika kita dilemparkan dari dalam rumah yang nyaman ke lautan ruang angkasa yang hampa udara. Membuat kita bingung akan ke mana dan hanya pasrah mengikuti arah gravitasi melangkah. Tapi jika seperti itu, bukankah sangat besar kemungkinan untuk kita terisap black hole?

    Kehilangan memang sangat menyakitkan, tapi ia merupakan media belajar. Media belajar untuk kita memahami bahwa sebenarnya kita tak pernah sendiri, media untuk mengerti bahwa ikhlas dan pasrah adalah dua partikel yang berbeda, juga media untuk menyadari bahwa kehilangan suatu hal bukanlah akhir dari segalanya.

    Kehilangan itu ibarat lembayung petang yang mengundang kelam. Walau pun terkesan jahat, tapi ternyata petang mengundang malam untuk kita ‘beristirahat’, merenungkan dan mencerna dalam-dalam bahwa semua tak sia-sia. Karena walau pun telah dirundung malam, tapi kita masih punya harapan dan keyakinan bahwa esok hari akan bersinar lebih cerah dan lebih baik dari sebelumnya.

    Terima kasih 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s