Amore · Anna Anderson · Gramedia Pustaka Utama · Punya Sendiri · Review 2015 · Romance

Review: Jake & Melly – Anna Anderson

Judul: Jake & Melly

Pengarang: Anna Anderson

Jumlah Halaman: 248 halaman

Terbit: Agustus 2015

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Amore)

 

Sinopsis:

Dulu, hidup terasa sempurna bagi Melly. Memiliki pekerjaan yang diimpikan dan masa depan yang cerah. Memiliki Ricky, tunangan yang sempurna, dan mereka sedang merencanakan pernikahan. Tapi, benar kata pepatah: Tidak ada hal yang sempurna. Cobaan datang, dan detik berikutnya Melly mendapati dirinya tinggal di apartemen, sendirian, tanpa pekerjaan. Ricky menghilang tanpa kabar.

Tapi di mata Jake Stewart, Melly selalu tampak sempurna. Hanya saja, kedua mata indah Melly yang menyorotkan duka dan rahasia itu mengganggunya.

Ketika rahasia Melly terbongkar, Jake terlanjur jatuh cinta. Maka ketika Ricky datang kembali dan Melly menerimanya, hanya satu pilihan yang tersisa untuk Jake: Mengejar Melly.

Bagaimanapun, kisah ini tentang Jake dan Melly.

♥♥♥

“Kamu cantik dan baik, Melly. Pintar masak pula. Kalau kamu ingin mengganti cermin di kamarmu, kasih tahu aku. Akan kugeledah seisi Jakarta untuk mencari cermin yang tidak buta.”

— Bab 3, halaman 58 —

 

Kecintaan Melly selain memasak adalah menghabiskan waktunya di apartemen dengan menyetel lagu-lagu lama yang terkadang terdengar menyedihkan.

Suatu hari, berkat pesanan kue yang diterimanya, ia bertemu  dengan Andrew. Bocah berumur sebelas tahun yang mengagumi masakannya dan kelembutan hatinya. Juga Jake Stewart, kakak Andrew yang tampan dan mempesona.

Jake menyukai semua masakan yang dimasakkan Melly untuknya dan Andrew—walau terkadang harus menahan diri untuk tidak menendang adiknya yang calon perayu wanita sejatu dan banyak maunya tersebut. Jake juga menyukai kelembutan hati Melly. Namun satu yang tidak ia suka, kekosongan dan sinar duka yang sering ia lihat di mata perempuan itu.

Melly senang punya teman baru setelah belakangan ini ia menghabiskan waktu sendirian. Tapi, apa ia senang jika rahasianya—yang membuat hidupnya jungkir balik seperti ini—ingin diketahui oleh seorang Jake Stewart?

Tidak cukup dengan semua rasa penasaran Jake, Ricky—sang mantan tunangan—datang kembali padanya seolah tidak pernah meninggalkannya dua tahun yang lalu.

♥♥♥

Well, karya debut Anna Anderson ini bener-bener bikin gue jatuh cinta. Malah gue awalnya nggak yakin Jake & Melly ini adalah karya debut penulis. Hohoho. Cara bercerita yang mengalir membuat gue enggan untuk menutup buku.

Apalagi, dengan kehadiran Jake dan Andrew. Dua laki-laki beda generasi tapi sama-sama memikat. Hihihi, nggak kebayang betapa ngegemesinnya kalau di sekitar gue ada yang kayak Andrew.

Di sini kita dibawa penulis untuk menyelami hidup Melly yang sendirian dan menyedihkan seperti koleksi lagu lamanya. Juga dengan kehidupan bebas tanpa terikat sama sekali milik Jake. Jake yang menghabiskan satu bulan masa libur dan cutinya di Jakarta bersama Andrew, perlahan-lahan mulai tertarik untuk mengenal Melly.

Kita akan dibuat kagum dengan betapa menyenangkannya pembawaan Jake sejak awal bertemu Melly. Mari kesampingkan candaan Jake yang seringnya menjurus ke ‘itu’ melulu. Hahaha. Sejak awal Jake bisa membuat pembaca jatuh cinta hanya karena perhatiannya kepada Melly. Tentang bagaimana dia ingin Melly bisa percaya lagi dengan dirinya sendiri.

Gue pun jadi belajar dari novel ini, untuk lebih menghargai diri sendiri dengan layak. Kadang  kebanyakan dari kita terlalu insecure dengan kekurangan kita sehingga kita memilih untuk menutup diri. Lebih parahnya lagi, bukan orang lain yang merendahkan kita. Tapi diri kita sendiri.

Jake mencoba menyadarkan Melly, bahwa satu ketidaksempurnaan tidak berarti kiamat. Melly tidak sempurna, memang. Tapi manusia tidak selalu menuntut kesempurnaan, hanya kecocokan untuk mengisi kekosongan satu sama lain. Jake mampu membuat Melly mulai menghargai dirinya sendiri dan mengisi kekosongan yang hadir sejak penyakit ganas itu merenggut milik Melly.

Dan yang terpenting, Jake tidak meninggalkan Melly seperti Ricky, mantan tunangannya.

“Kuberitahu satu hal: saat menginginkan sesuatu, aku tidak pernah setengah-setengah.”

— Bab 9, halaman 221 —

 

Walaupun ceritanya mudah tertebak, tapi gue tetep sukaaaa!!! Dan gue sebel sama Ricky, sebel sama orang yang sok perfeksionis dan ujung-ujungnya memanfaatkan kekurangan orang lain supaya dia jadi terlihat lebih baik. Hih. *tendang Ricky ke bulan*

Anna Anderson berhasil membuat gue jatuh cinta dengan karakter-karakternya, baik dari kelebihan dan kekurangannya. Walaupun di hampir menjelang akhir Melly-nya agak menyebalkan (Jake juga sih, tapi I love him, gimana atuh ya? #heh), tapi bagi gue itu masih dalam tahap wajarlah. Dia udah kehilangan hal yang berharga dan pernah ditinggalkan calon suaminya, nggak mudah untuk percaya bahwa akan ada laki-laki yang justru mencintai kekurangannya.

Overall, novel ini nggak hanya novel romance biasa. Bagus banget buat lo yang kadang ngerasa insecure hanya karena hidung pesek atau warna kulit yang nggak seputih iklan di televisi. Setidaknya, anggota tubuh kita lainnya masih berfungsi dengan baik. Kalau masih lengkap aja kita udah nggak bersyukur, gimana nanti ketika Tuhan memutuskan untuk mencoba menguji kita?

Semoga penulis terus produktif menelurkan novel-novel yang keren seperti ini. Me likey!

Empat hati buat Andrew yang menggemaskan!
Empat hati buat Andrew yang menggemaskan!

 

♥♥♥

jejen

Cek blog lainnya yang juga membaca dan menulis review tentang Jake & Melly dalam rangka Review Marathon Jake & Melly.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s