Aimee Carson · Contemporary Romance · Elex Media Komputindo · Punya Sendiri · Review 2015

Review: The Unexpected Wedding Guest – Aimee Carson

Judul: The Unexpected Wedding Guest (The Wedding Season #1)

Pengarang: Aimee Carson

Jumlah Halaman: 320 halaman

Terbit: Februari 2015

Penerbit: Elex Media Komputindo (Contemporary Romance)

 

Sinopsis:

Enam hari sebelum hari pernikahan Reese Michaels, tiba-tiba sebuah kekacauan terjadi. Mantan suaminya, Mason Hicks, muncul di lokasi pernikahan sementara calon suaminya mendadak menunda pesta pernikahan mereka. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

***

Reese Michaels pernah gagal dalam pernikahan pertamanya, ketika ia masih sangat muda dan masih begitu naif.

Maka dari itu, pernikahannya kali ini dengan Dylan haruslah sempurna. Di hari keenam menuju pernikahannya, Reese sudah berada di Bellington Estate, mempersiapkan semuanya.
Harusnya Reese tau, untuk semua calon pengantin di dunia ini, pasti akan ada ‘cobaan’ yang datang. Pada siang hari di Bellington, masih dengan gaun pengantinnya, Mason Hicks, datang. Mantan suaminya yang tak pernah ia temui sejak perceraian mereka, sepuluh tahun lalu.
Mason datang ‘pada awalnya’ bukan untuk merusak pernikahan Reese. Menurut psikiater-nya, ia butuh bicara dengan Reese guna ‘menyelesaikan apa yang terjadi di masa lalu’, agar insomnia dan kegelisahannya selama ini berangsur menghilang.

Namun pembicaraan seperti yang diharapkan psikiater-nya tidak terjadi. Yang ada, Dylan malah memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Reese. Karena menurutnya, Reese masih ragu tentang dirinya. Dan Reese memang butuh untuk bicara dengan Mason.

Demi harga dirinya, Reese memutuskan melanjutkan pesta-yang-bukan-pesta-pernikahan tersebut. Bersama Mason yang khawatir akan kelakuannya, Reese menyiapkan pesta tersebut. Saat itulah, memori masa lalu terus bermunculan di antara mereka dan rahasia keduanya mulai terungkap….

***

Yang tidak bisa kupahami adalah kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan hubungan kita dulu.”
– Halaman 150 –

Sebenernya aku jarang baca novel CR begini. Hehehe. Awalnya, tertarik karena novel ini adalah salah satu dari serial The Wedding Season di mana keempat heroine-nya saling bersahabat. Mereka berempat sejak kuliah dijuluki Foursome Awesome. Dan, ternyata seri ini ditulis oleh empat penulis yang berbeda. Makanya aku penasaran, hehehe.

Di bagian awal kita disuguhi tentang persiapan pernikahan Reese yang tiba-tiba jadi kacau karena sang mantan suami tiba-tiba datang. Ditambah lagi dengan calon suaminya yang pada hari itu juga, memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka.

Bayangkan, dilema dan sakit hatinya Reese. Sudah mantannya datang, pernikahannya dibatalkan, pula!

Reese takut dengan yang namanya kegagalan, maka pada akhirnya, ia memutuskan untuk tetap menjalankan pesta. Yang tentu saja ditentang banyak pihak.

Di sini kita dibuat gemas dengan tingkah tokohnya. Mason bukan orang yang verbal, yang bisa bicara dengan lancar dan normal seperti orang biasa. Terbiasa menghadapi bom, membuat dia merasa menjinakkan bom lebih mudah daripada bicara dengan siapa pun–termasuk dengan mantan istrinya. Reese pun bukan tokoh yang tegar-tegar (?) banget kok. Dibesarkan dan dimanja oleh keluarganya, membuat dia rapuh. Namun seiring bertambahnya usia dan pengalaman pahitnya dengan Mason dulu, ia jadi ‘nekat’ dalam beberapa hal. Misalnya, menerima Dylan sebagai calon suaminya dan meneruskan pesta pernikahannya.

Dalam rentang enam hari, Mason dan Reese menjalani hari bersama. Mason berniat baik, membantu Reese mengatur ulang semuanya sambil meminta kesempatan untuk meluruskan apa yang dulu pernah terjadi di antara mereka. Reese sendiri dilema. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, tetapi Reese tidak pernah bisa melupakan Mason.

Tapi Reese selalu teringat bagaimana sakitnya ketika Mason meninggalkannya, bahkan tak mendebat sama sekali ketika Reese tidak tahan dengan sifat Mason dan mengajukan cerai.

Masa pernikahan mereka hanya satu tahun. Dan tidak berjalan lancar. Mason merasa dikucilkan karena Reese yang manja dan naif masih saja bergantung pada orangtuanya–yang tidak menyukai Mason. Reese merasa bukan apa-apa dalam kehidupan Mason, karena sepanjang pernikahan mereka, Mason tidak pernah mau bicara tentangnya dan seakan-akan menyimpan rahasia.

Sepanjang aku membaca novel ini, aku dibawa menyelami pergulatan batin masing-masing tokoh. Bagaimana mereka mencegah untuk kembali menyayangi hanya karena takut kegagalan mereka terulang lagi. Apalagi ditambah dengan apa yang terjadi kepada Mason di dua tahun terakhir ini, hal yang menyebabkan dia pergi ke psikiater dan berakhir di Bellington.

Dari novel ini, kita belajar dari tokoh-tokohnya. Bahwa kegagalan memang seringkali menghadang kita–baik dalam pekerjaan maupun hubungan. Namun, kegagalan tidak boleh menjadi penghalang bagi kebahagiaan kita.

Overall, aku suka dengan novel ini. Dan bersiap lanjut ke buku keduanya! Girl Least Likely to Marry.

bintang 3
Tiga hati buat Mason dan Reese ❤

jejen

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s